Archive for July, 2006

Cerita tentang masa lalu…

Friday, July 21st, 2006

Semua orang
memiliki waktu yang dulu, yang telah berlalu, dengan segala sikap dan prilaku.
Yah, ada yang baik menurutnya dan juga ada yang jika diingat, hal itu memalukan
dan merasa betapa bodohnya. Ibu produserku kemarin dulu (sepulang syuting)
bilang tentang anak nakal, tentang orang baik, tentang penjahat, sampai tentang
ustad. Hehe. Sampai pada satu kata yang selalu kuingat sampai sekarang. “Gw
seneng sama orang yang ‘bekas bandel’”, ibu produser berkata. Menurutku, ya gak
salah, karena pada dasarnya manusia ditakdirkan memiliki potensi nakal, yah
berdosa lah. Syukurlah kalau sudah lewat masanya, dan sekarang pasti tidak akan
melakukannya kembali (depend on the person, pastinya). Terus si ibu-prod juga
pernah bilang ttg ‘nakal-nya telat’. Terbukti kok, dari orang dekatku ada yang
begitu. Dulunya baik, sekarang minta ampyyuuunn deh. Nah, maunya sih, kita bisa
baik sepanjang usia. Tapi dosa, ya pasti ada. Jika kita bersama orang yang
pernah berbuat kesalahan dan ia telah berbenah diri, kita harus mengandalkannya
untuk menjadi petunjuk menghindar diri dari kesalahan yang mutlak.

Berlindung
kepada Allah, untuk segera menegur kita dengan cara sebaik-baiknya dari
kesalahan yang akan dilakukan. Semoga kita terhindar dari segala dosa besar…

Oya, mau
minta maaf sama teman² yang pernah tersinggung dan tersakiti karena mulut yang
sering tidak terkontrol ini. Nah, ini dia nih salah satu ke-nakal-an ku yang
telat. Dulu aku sama sekali diam di kantor, tidak banyak bicara, dan tidak
pernah sekalipun ikut² untuk ngatain orang. Nah, sekarang aku yang paling parah
kalo udah ngecengin orang. Dan balasannya, dimanapun aku berada, selalu menjadi
bulan-bulanan deh. Setiap kata dan sikapku selalu ditangkis dengan
ceng-ceng-an. Huuuhh… tapi pastinya, aku akan mencoba tidak sakit hati, karena
aku tahu inilah yang akan mewarnai hariku, yang akan masuk dalam satu bab
sejarah hidupku…

post untuk eneng

Tuesday, July 18th, 2006

neng inge, terimakasih untuk dukungannya. terimakasih ya neng untuk segala cara berfikir positif dalam segala hal. oya neng, minta maafnya kalo gw banyak bikin nyebelin dan kecewa. oya lagi neng, post ini hanya sekadar susunan kata. tapi, bukan basa-basi belaka. ini benar ungkapan hati si tetangga. karena malu jika langsung bicara…

neng, kapan beli martabak keju lagi…? hehe… udah lama ya gak dapet gratisan?

cuma meminta…

Monday, July 10th, 2006

pantas saja, belakangan ini aku merasa lemah tak berdaya, sudah lama aku tak meminta kekuatan dari Sang Maha Daya…

pantas saja, belakangan ini aku tidak bisa apa-apa, sudah lama tak kusiram dgn air mata meminta…

hmm…sudah pernah membuktikan bahwa kita ini memang tidak bisa apa-apa, kecuali hanya Allah yang melakukannya. di setiap apapun yang saya dapatkan, benar-benar saya sadari tidak karena diri ini. mmm…dibilang kebetulan atau keberuntungan, ya tidak sepenuhnya. yang saya tahu ya, cuma apa yang digerakan dan ditujukan oleh Allah. pasrah? bukan itu maksudnya? merasa tidak bisa apa-apa? ya, memang itulah manusia. semua cuma jalan cerita dari script writer terbaik di semesta. ya Tuhan kita.

apa yang ada pada kita. dengan mudahnya bisa diminta lagi oleh-Nya. pasti tentunya, apa yang tidak kita punya, bisa kita minta pada-Nya. setuju? walau tidak bisa cepat. nah, semua ada prosesnya. waktu, yang biasa kita bilang wait and see. (ah bener gak sie?)

benar deh sepertinya. semua kita jangan pernah lupa untuk meminta. serahkan saja semuanya. yakin deh… soalnya, saya baru saja membaca "Ketenangan. itulah buah ketergantungan kita pada Allah. Keberanian. Itulah buah selanjutnya"

teringat kembali kata dari sang kekasih, merasa lemah adalah awal dari kekuatan yang sebenarnya, karena dengan merasa lemah, kita akan bergantung kepada Sang Pencipta.

jadi, kita manusia. maunya apa? caranya?

ingat saja…kita ini kadang lupa kuncinya. ketika sudah tidak bisa, mendesak, atau kepepet istilahnya. baru mau minta. padahal, ini kuncinya, setiap langkah dan waktu yang diberi-Nya, sebenarnya kita dalam kondisi kepepet itu maksudnya.

sekali lagi, maksudnya, bukan berarti tidak andalkan usaha. tapi, ini lagi…

usaha manusia itu prasyarat, hasilnya tinggal menunggu rahmat. Artinya? kamu tahulah…

tambahan, hati ini adalah segalanya…hari ini dan selanjutnya kuletakkan, hanya untuk-Nya…

Yuuk sama-sama…